Salam,

Kusut!

Ya Allah! hanya Engkau yang Maha Penenang.

Ketika budi dihulur tidak dihargai janganlah kau bersedih, maka yakinlah disaat itu kau sedang belajar tentang ketulusan hati. Ketika usahamu dinilai insan lain tidak penting sama sekali, Maka yakinlah disaat itu kau sedang belajar keikhlasan dalam diri. Ketika hatimu terluka kekecewaan yang amat dalam, Maka yakinlah disaat itu kau sedang belajar tentang memaafkan. Ketika kau sering dilanda resah …dan kecewa, Maka yakinlah di saat itu kau sedang belajar tentang kesungguhan. Ketika kau merasa sepi dan sendiri melanda hatimu, Maka yakinlah di saat itu kau sedang belajar tentang keteguhan. Ketika kau harus membayar perbelanjaan yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, Maka yakinlah di saat itu kau sedang belajar tentang kemurahan hati-Kawan FB-
Well, hati aku, perasaan aku, fikiran aku sekarang ni memang sedang bingung. Bingung yang masih tercari-cari sesuatu yang kau sendiri tak tahu, apa dia?
Tuhan.
Ya Rabb.
Ya Latif.Subhanallah.
Macam-macam benda berlaku dalam satu hari. Betul-betul diuji. Aku tak tahulah kenapa mesti aku menjadi orang yang terpilih. Kenapa Allah amat yakin yang aku mampu menggalas ujiannya. Subhanallah. Subhanallah.
Dulu, aku ingat sangat, zaman-zaman belajar, kalau aku rasa down dan banyak sangat masalah, most of time bila aku praktikal di Utusan Malaysia, kawan rapat aku selalu bagi kata-kata semangat ini
“Allah menguji kita, sebab Dia tahu yang kita mampu mengharunginya, dan kita adalah orang terpilih”
Kemudian semalam aku post di FB
 “Kesusahan dan bebanan hidup tidak pernah berhenti menguji sehinggalah saat kamu menghembuskan nafas terakhir”
Kawan-kawan FB yang lain hanya sekadar like. Tujuan aku post di FB tu supaya mereka dapat memberi nasihat, penenang, become my shoulder that I’ll lean on, dengan membaca kata-kata semangat atau galakan dari mereka, cukup memberitahu ada orang yang masih mengambil berat terhadap aku, tetapi tiada. Semalam di saat mata belum boleh terlelap, ada seorang sahabat aku komen, maksud yang sama sebagaimana teman rapat aku selalu katakan,
“Dan sesungguhnya, Allah tidak akan menguji hambanya dengan bebanan yang tidak mampu dipikul hamba-Nya”

Terus, automatik air mata mengalir. Akhirnya ada seseorang yang mengerti. Dengan sekadar kata-kata itu hati aku boleh merawat hati. Ya, cukup dengan kata-kata itu. Ayat-ayat itu bisa mematikan rasa jahat aku mahu mempersoalkan kenapa aku?kenapa aku?

Terima kasih teman. Terima kasih.

Tuhan Engkau utuskan seorang teman lagi untuk ku sebagai penenang…(^_^)..syukran ya Allah!

” “When you don’t get what you want, you suffer. If you get it, you suffer too since you can’t hold on to it forever.” – Peaceful Warrior, on the fallacy of attachment